• Judul Buku: Partai Islam No, Politik Islam Yes
  • Penulis: Faisal Riza
  • Penerbit: LkiS
  • Cetakan I: 2019
  • Tebal: 164 halaman
  • Harga: Rp. 40.000

Adalah saya dan bagi siapa saja yang tidak punya latar belakang bersekolah pada jurusan ilmu politik, ditambah bagi yang tidak biasa bercengkrama dengan buku-buku tambun yang menyediakan bebagai teori-teori politik, maka buku ini perlu dimiliki. Terlebih kini, di tengah-tengah situasi politik yang cenderung menonjolkan sentimen primordial, dimulai sejak prosesi pemilu akbar tahun 2019 yang silam, hingga sekarang. Oleh karena itu, buku ini perlu bahkan sangat penting.

Adalah Partai Islam No, Politik Islam Yes: Esai- Esai Pergulatan Islam Politik karya Faisal Riza. Tak pelak, Faisal Riza telah turut menyemarakkan karya-karya seputar  pemikiran politik di Indonesia, yang sudah lumayan banyak jumlahnya. Sebelum kehadiran Partai Islam No, Politik Islam Yes di lemari buku saya, saya telah mengoleksi beberapa buku yang membahas tentang teori-teori politik. Semisal karya monumental Nurcholis Madjid yang hampir satu narasi judul dengan karya Faisal Riza; Islam Yes, Partai Islam No–yang terkenal itu. Selanjutnya ada juga buku-buku politik seperti karya Burhanuddin Muhtadi yang diterbitkan oleh Kanisius Press, 2013. Kemudian karya Noorhaidi Hasan, yang diterbitkan oleh SUKA Press, 2014, dan karya-karya semisal lainnya. Hanya saja, ulasan-ulasan teori politik yang dibahas oleh para teoritikus di atas begitu padat sehingga saya susah dan sulit untuk memahami bagaimana bentuk wajah politik Indonesia yang sebenarnya. Terutama dalam pandangan saya sebagai seorang awam. 

Nah, Faisal Riza tampil beda dalam mengurai teori-teori politik di Indonesia. Riza hadir (seolah) awam dan sekaligus sosok yang ahli dalam politik. Dua pendekatan yang tidak lazim,  menghidangkan pengertian awam dan pengertian khusus buat masyarakat yang ingin mendalami ilmu politik. Lain dengan Nurcholis Madjid, Burhanuddin Muhtadi maupun Noorhaidi Hasan, yang terkesan mengajak langsung para pembaca untuk menukik ke dunia politik dalam dimensinya yang tinggi.

Baca Juga:  Islam Kepulauan: Ragam Ekspresi tanpa Hegemoni

Sedangkan di tangan Faisal Riza, Partai Islam No, Politik Islam Yes, yang diterbitkan LKiS, 2019, adalah perkenalan untuk menyelami kedalaman dari teori-teori politik di Indonesia, juga panduan praktis bagi masyarakat awam agar tidak lagi keliru, dan juga tidak lagi mudah dipermainkan oleh aktor-aktor politik yang tidak bertanggung jawab. Faisal Riza membingkainya sebagaimana yang dituliskan dalam ungkapan “Iming-iming buat pening” (hal. 114). Bahwasanya kita harus sadar terhadap omongan-omongan politik yang hanya indah dan gemerlap di permukaan, tetapi keropos di dalam (hal. 116). Oleh karena itu, kita harus selektif dalam mencari figur politikus, dan figur tersebut harus lebih nyata dalam bekerja dan berkhidmat untuk rakyat. Dengan begitu politik tidak kehilangan maknanya yang hakikat, dan institusi politik (parpol) tidak kehilangan kepercayaan dari masyarakat (hal. 121).

Apalagi memang, Faisal Riza dalam menulis buku ini berupaya menggiring anggapan mayarakat agar tidak lagi berpandangan buruk terhadap politik. Sekaligus karya ini juga meluruskan teori politik Machiavelli yang kelam itu. Dengan gaya bahasa yang renyah dan mudah untuk dipahami, Riza menuliskan; “Politik sebenarnya merupakan jalan benar dan mulia, jalannya para Nabi dan filsuf demi tujuan mulia mashlahat ar-raiyah, kemashlahatan rakyat. Berpolitik sesungguhnya mengimplementasikan nubuat Nabi Muhammad SAW. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain. Politik itu bukan najis, tetapi ia dapat menjadi mutanajjis (terkena najis) karena orang-orang bejat sengaja meletakkan kotoran padanya”, (hal. 151).

Dalam penulisan, semula buku ini adalah kumpulan esai-esai penulis yang telah diterbitkan oleh Harian Umum Waspada Medan. Setelah dilakukan perbaikan dan tambahan di sana-sini,  akhirnya menjadi sebuah karya yang menarik dan bisa didapatkan oleh siapa saja yang hendak menginginkannya. Perlu dicatat bahwa, seluruh tulisan-tulisan yang terdapat dalam buku ini adalah reaksi penulis terhadap fenomena-fenomena politik yang terjadi dalam kehidupan kita lima tahun terakhir. 

Baca Juga:  Islam Kepulauan: Ragam Ekspresi tanpa Hegemoni

Lebih lanjut, buku ini patut dibaca oleh para akademisi, penggiat literasi, penggiat HAM, organisasi-organisasi politik, dan masyarakat awam secara umum. Dari buku ini kita bisa belajar banyak dan dapat memperkaya pengetahuan. 

Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan